Hotline : 0264-8288548, 8225344
Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome) atau pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome). Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penyakit hantavirus tergolong dalam penyakit zoonosis, karena penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia. Penularan infeksi hantavirus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi.
Hantavirus terdiri dari berbagai jenis atau strain yang tersebar di beberapa wilayah dunia. Belakangan ini, strain Andes hantavirus dari Amerika Selatan menjadi perhatian karena diduga lebih mudah menular daripada jenis hantavirus lainnya.
Berbeda dengan kebanyakan hantavirus yang umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia, strain Andes diketahui dalam beberapa kasus dapat menular antarmanusia. Penularan virus ini diduga terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan dengan individu yang terinfeksi.
Meski begitu, WHO menegaskan bahwa penularan antarmanusia pada strain Andes hantavirus masih tergolong jarang dan risiko penyebarannya ke masyarakat umum tetap rendah.
Sampai Mei 2026, strain Andes hantavirus belum ditemukan di Indonesia. Kasus hantavirus yang pernah dilaporkan di Indonesia umumnya berkaitan dengan strain Seoul virus (SEOV), yang penularannya terjadi dari tikus ke manusia, bukan antarmanusia.
Penyakit hantavirus tergolong jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya. Tingkat kematian akibat hantavirus pulmonary syndrome sekitar 40% dan pada hemorrhagic fever with renal syndrome sekitar 5–15%.
Hantavirus adalah kelompok virus yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lain. Meski begitu, penularan infeksi hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi.
Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus:
Sementara beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi hantavirus adalah:
Gejala hantavirus umumnya baru muncul sekitar 1–8 minggu setelah seseorang terpapar dan terinfeksi virus tersebut. Keluhan yang timbul bisa berbeda-beda, tergantung organ yang diserang.
Infeksi hantavirus bisa menyebabkan terjadinya hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Berikut ini adalah beberapa gejalanya:
Pada tahap awal, HPS akan menimbulkan gejala berupa:
Bila dibiarkan dalam waktu beberapa minggu, penderita HPS akan mengalami gejala berikut:
Pada tahap lanjut, penderita HPS akan mengalami pembengkakan pada paru atau edema paru yang bisa menyebabkan syok dan berakibat fatal.
Beberapa gejala awal yang bisa muncul saat seseorang mengalami HFRS adalah:
Pada tahap lanjut, HFRS akan menimbulkan beberapa gejala lain, yaitu:
Segera ke dokter jika mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, terutama jika Anda baru saja kontak atau bersentuhan dengan cairan tubuh tikus. Pemeriksaan dan penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah komplikasi.
Lakukan pemeriksaan berkala jika Anda memiliki risiko terpapar hantavirus, misalnya karena bekerja di balai pengendalian hama atau tinggal di area yang banyak sarang tikus.
Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik. Cukup buka aplikasi, pilih dokter, dan atur waktu sesuai kebutuhan Anda.
Diagnosis infeksi hantavirus dilakukan dengan menanyakan gejala yang dialami pasien dan riwayat kesehatannya, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:
Pengobatan hantavirus bertujuan untuk meringankan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Penanganan untuk kondisi ini umumnya dilakukan di unit perawatan intensif di rumah sakit.
Beberapa metode pengobatan yang akan diberikan adalah:
Pada kasus HPS berat, dokter akan melakukan pemasangan ECMO (extracorporeal membrane oxygenation). Tujuannya adalah untuk menggantikan fungsi paru yang mengalami kerusakan sehingga seluruh jaringan tubuh tetap mendapatkan asupan oksigen yang cukup.
Sementara jika pasien mengalami HFRS berat, dokter akan menyarankan metode cuci darah guna menggantikan fungsi ginjal yang rusak.
Makin awal pengobatan dilakukan, makin besar pula peluang pasien untuk sembuh. Umumnya, lama pemulihan pasien HPS adalah sekitar 2–3 minggu, sedangkan lama pemulihan pasien HFRS lebih bervariasi, mulai dari 3 minggu sampai 6 bulan.
Jika tidak ditangani, infeksi hantavirus bisa menyebabkan beragam komplikasi, seperti:
Belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hantavirus. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah infeksi ini adalah dengan menghindari faktor-faktor yang membuat Anda lebih berisiko terinfeksi hantavirus. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah: